Residential Property Sector di Dalam Indonesia

Residential Property Sector di Dalam Indonesia. Dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Mendorong kelas menengah yang berkembang, sementara komposisi demografis. Negara tersebut menyiratkan bahwa akan ada jutaan pembeli rumah pertama kali. Sektor properti perumahan Indonesia memiliki banyak ruang untuk pertumbuhan dalam beberapa dekade mendatang.

Residential Property

Residential Property

Sementara pihak berwenang Indonesia mencoba untuk mengekang permintaan properti domestik terutama Residential Property. Karena pertumbuhan harga yang berlebihan pada tahun 2013 dan 2014 untuk  mencegah kemungkinan meledaknya gelembung properti, otoritas yang sama mulai menerapkan langkah-langkah untuk mendorong sektor properti Indonesia pada 2015 dan 2016.

Setelah pertumbuhan di sektor ini. Telah melambat di tengah ekonomi negara, dan menyeret sektor-sektor lain dalam perekonomian Indonesia. Misalnya industri keramik dan semen.

Pengembang properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia membukukan pendapatan perusahaan yang mengesankan pada tahun 2010-2013. Dan pendapatan ini diterima dengan baik oleh investor, sehingga saham pengembang properti melonjak.

Ada lima faktor dasar yang mendukung pertumbuhan sektor properti residensial yang mengesankan di tahun 2010-2012. Harap dicatat bahwa faktor-faktor ini masih relevan untuk pertumbuhan sektor properti Indonesia di masa depan.

Apa yang Menjelaskan Sektor Properti Residensial ‘Panas’ di Indonesia dalam Beberapa Tahun Ini?

Pertama  pertumbuhan properti perumahan membutuhkan pertumbuhan ekonomi makro (dan stabilitas). Karena PDB per kapita, daya beli dan kepercayaan konsumen perlu meningkat sebelum semakin banyak orang mampu membeli rumah. Dalam konteks ini, pengembang properti juga akan bersemangat untuk berinvestasi (maka ada rantai pasokan-permintaan).

Kedua indonesia memiliki komposisi demografi yang baik . Tidak hanya negara memiliki populasi yang jumlahnya lebih dari 255 juta orang. Ini menyiaratkan pasar yang sangat besar yang menjadi lebih kaya dari waktu ke waktu. Tetapi juga mengandung populasi muda karena sekitar setengah dari populasi berada di bawah usia 30 tahun.

Ketiga  sejalan dengan tren global, Indonesia juga mengalami proses urbanisasi. Saat ini, lebih dari separuh penduduk Indonesia tinggal di daerah perkotaan dan diperkirakan. Pada tahun 2050 dua pertiga penduduk Indonesia akan tinggal di daerah perkotaan (perkiraan PBB).

Situasi ini menyiratkan bahwa terbatasnya ketersediaan lahan di pusat-pusat kota akan menimbulkan kenaikan harga properti yang cepat. Sementara pengembang perlu fokus pada pengembangan properti vertikal (apartemen dan kondominium).

Keempat indonesia harus mengatasi tumpukan perumahan 13,5 juta unit properti yang berarti permintaan kuat. Namun, jaminan simpanan ini mengacu pada perumahan segmen bawah dan menengah. Oleh karena itu semua pengembang properti utama. Negara itu tertarik untuk membangun properti. Untuk memenuhi para pencari rumah berpendapatan rendah ini.

Beberapa pengembang properti akan beralih ke segmen ini. Karena permintaan untuk perumahan kelas atas turun tajam setelah 2013. Tetapi terutama pemerintah Indonesia yang ditugaskan untuk mengembangkan perumahan. Untuk segmen berpenghasilan rendah dan menengah. Pada bulan April 2015 Presiden Indonesia Joko Widodo meluncurkan “Program Sejuta Rumah”.

Baca juga : Memulai Bisnis Properti Yang Membeli Dan Menyewakannya

Kelima sektor properti residensial di Indonesia. Mampu berkembang pesat pada tahun 2010-2013 karena lingkungan suku bunga Bank Indonesia yang relatif rendah. Antara Februari 2012 dan pertengahan 2013. Bank sentral Indonesia mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) di 5,75 persen, tingkat kebijakan yang secara historis rendah.

Akibatnya, bank umum Indonesia melihat pinjaman hipotek mereka meningkat secara substansial. Pada Mei 2013, sekitar 46 persen dari total kredit bank dialokasikan untuk pinjaman hipotek konsumen. Sementara itu, pengembang properti lokal memiliki akses ke dana yang relatif murah untuk proyek pengembangan properti mereka.