Memahami Lebih Jauh Mengenai Peer to Peer (P2P) Lending

Hampir setiap orang tentu pernah mengalami kondisi kesulitan secara finansial dan butuh untuk pinjam uang, namun merasa tidak enak hati bila meminjam pada teman, dan kesulitan untuk memenuhi syarat pinjaman di bank. Bila Anda menghadapi masalah ini, ada salah satu pilihan pinjaman yang dapat Anda coba, yaitu peer to peer (P2P) lending. Lalu apa sebenarnya peer to peer lending ini? berikut adalah beberapa paparannya :

Apa itu Peer to Peer Lending

Peer to peer lending yang lebih dikenal dengan istilah P2P ini merupakan salah satu sistem pinjaman online yang di mana dengan penggunaan sarana teknologi dan informasi, pihak yang ingin menginvestasikan uangnya (investor) dan pihak peminjam uang dapat berkomunikasi dengan mudah. Sistem pinjaman uang secara online ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. P2P ini sudah berjalan beberapa tahun lalu, bahkan sebelum pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan regulasi mengenai pinjaman sistem P2P ini di tahun 2016. 

Di awal pengenalan sistem P2P lending ini OJK memberikan izin pertama kali pada website P2P Danamas, yang merupakan kelolaan dari Sinarmas. Hingga kini, tak kurang dari 67 P2P lending yang telah mengantongi izin dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adanya sistem P2P lending ini dapat menjadi sebuah alternatif bila masyarakat ingin meminjam uang selain melalui jasa pinjaman bank. Sesuai namanya, peminjam uang di P2P lending ini mendapatkan uang dari dana – dana yang diinvestasikan oleh orang lain yang juga tergabung di dalamnya sebagai seorang investor, di mana nantinya si investor ini juga dapat keuntungan sesuai dengan sistem investasi beserta risiko yang dipilih.

Cara kerja peer to peer lending

Lalu bagaimana sebenarnya cara kerja dari sistem pinjaman online P2P lending ini? Pada dasarnya, cara kerja dari P2P lending ini terbagi menjadi 2, yaitu berdasarkan sisi investor dan peminjam (kreditur).

  • Sebagai investor

Bila Anda mengambil peran sebagai pendana (investor) dalam sistem P2P lending ini, nantinya Anda akan diberikan fasilitas berupa akses yang mudah yang dapat Anda gunakan untuk menelusuri data -data pengajuan pinjaman yang dilakukan oleh orang lain sebagai peminjam. Selain data pengajuan pinjaman, Anda juga dapat mengetahui data lebih lanjut terkait si peminjam, mulai dari data diri, data keuangan, pendapatan, hingga tujuan atau alasan melakukan peminjaman di P2P lending.

  • Sebagai peminjam

Bila Anda berperan sebagai peminjam dalam sistem P2P lending ini, hal yang perlu Anda lakukan juga cukup jelas dan sederhana. Anda sebagai pemohon pinjaman perlu untuk membuat aku dan mengunggah dokumen – dokumen yang diperlukan untuk pengajuan pinjaman berbasis online ini. Di antara dokumen yang perlu diunggah adalah dokumen terkait dengan laporan keuangan dalam jangka waktu tertentu yang biasanya digunakan sebagai pertimbangan diterima atau tidaknya proses pinjam uang yang Anda lakukan.  Bila permohonan Anda ditolak, Anda dapat memperbaiki permohonan Anda hingga masuk dalam kriteria kreditur dalam P2P lending ini. saat permohonan Anda diterima, maka pengajuan pinjaman yang Anda lakukan akan dimasukkan dalam marketplace sehingga semua pendana (investor) dapat mengetahui pengajuan pinjaman yang Anda lakukan.

Faktor yang mendukung banyaknya penggunaan peer to peer lending

Seiring waktu, banyak orang yang justru memilih untuk menggunakan sistem P2P lending ini untuk pinjam uang, dibandingkan memanfaatkan  cara peminjaman dana yang lain. Ada berbagai faktor yang mungkin menjadi alasan semakin maraknya penggunaan peer to peer lending di masyarakat, di antaranya :

  • Pinjaman tanpa jaminan

Hal penting dalam sistem peer to peer lending yang membedakannya dengan sistem peminjaman dana yang lain adalah pemberian pinjaman tanpa adanya jaminan. Seperti diketahui, sebagian besar sistem peminjaman dana yang diberlakukan di Indonesia menggunakan jaminan, dan hal ini dinilai cukup memberatkan bagi beberapa orang. Adanya peer to peer lending yang menyediakan pinjaman online tanpa jaminan ini tentu dapat memberikan dampak positif seperti berkurangnya masyarakat yang terjerat pinjaman pada rentenir atau pun tengkulak yang justru menghambat produktivitas mereka. 

  • Sebagai alternatif investasi

Selain menguntungkan si peminjam, karena permohonan pinjaman yang mudah, sistem peer to peer ini juga menguntungkan untuk si pemberi pinjaman (investor). Banyak di antara masyarakat yang kesulitan menemukan cara menyimpan atau pun memutar uang yang dimilikinya agar nantinya dapat memperoleh keuntungan. Peer to peer memungkinkan Anda untuk menjadi investor dengan modal minim sekali pun. Dana minimal yang diberlakukan oleh P2P lending adalah sekitar 100 – 500 ribu rupiah. Saat Anda mendaftarkan diri sebagai investor di sistem ini, nantinya Anda akan diminta untuk menentukan berapa persen risiko yang siap untuk ditanggung. Hal ini berkenaan dengan kemungkinan adanya kreditur (peminjam) yang tidak mampu membayar, sekali pun pada awalnya telah diberlakukan sistem pengecekan kelayakan. Sebagai investor, Anda akan memperoleh keuntungan per tahun mencapai 18%, lho.

  • Penggunaan kartu kredit yang kurang familiar

Sistem pinjaman online dalam bentuk peer to peer lending ini lebih banyak diminati karena di Indonesia penggunaan kartu kredit kurang familiar. Terhitung hanya sekitar 10% orang dewasa di Indonesia yang memiliki kartu kredit sehingga masyarakat yang tak memiliki kartu kredit lebih memilih mencari layanan finansial lain yang menyediakan pinjaman tanpa berhubungan dengan bank. Adanya P2P lending ini tentu dapat menjadi alternatif yang lebih mudah dengan syarat yang tidak terlalu rumit untuk dipenuhi.